Rabu, 04 Desember 2013

SEKEHE GONG

                                                             SEKEHE GONG

FORMASI SEKA GONG BALE GANJUR

“YOWANA GITA SARI” 


Kendang              :        Gede Anjas Permana

Kadek Angga Hendraningrat

Ponggang            :        I Wayan Juliawan/Buyung
I Nengah Sukalana/Bojok

Reyong                :        I Made Sadri
Teja

Tawa-Tawa           :     I Gene Karna Suryatmaja

Gong                    :        I Putu Martarihana

Kempur               :        I Nengah Suarta/Kenyat

Bende                   :        I Ketut Adi Kasmawan

Cengceng             :        I Komang Sumardana
I Wayan Tanggu
I Wayan Sudarya/Pak Ida
I Kadek Dwi Saputra
I Gede Indra Djumena
I Kade Bayu Bramastra
Andi Ananta
I Putu Agus Suryana
I Komang Kariasa/Bocel
I Wayan Ekasantosa/Kancil
Tampi

Pelatih                 :        I Nyoman Suanta/Brewok
 


Seke Gong Bale Ganjur Banjar Batur Sari
Ketika Ngaturang Ayah Ring Pura Pengrebongan


Yang Tua-Tua
Ngayah Sebagai Tukang Tegen Gong.


Foto-Foto
Ketika Ngayah Dirumahnya Bapak Ketut Tanggu.
 




Pada tahun keempat, ada keinginan pengurus untuk merubah tegak odalan dari purnama kedasa yang datang setiap tahun, ke tumpek bubuh/tumpek pengatag yang datang setiap 6 bulan sekali.  Alasannya agar balai banjarnya lebih sering ramai.  Disamping itu sebagian besar balai banjar yang ada di Denpasar, odalannya mengambil tumpek bubuh ini. 

Alasan lain karena ingin mencari tegak odalan pada hari sabtu, dengan harapan banyak pagawai libur saat odalan. Maka itu, pada tahun keempat, tegak odalan ini dipindahkan harinya dari purnama kedasa ke tumpek bubuh atau pada setiap hari sabtu/saniscara wariga. Pemindahan odalan ini tanpa melalui proses apapun.  Artinya tidak melalui proses atur piuning atau proses yang lain, pokoknya dipindahkan begitu saja.

Dari pengamatan penulis, setiap pelaksanaan odalan yang mulai dilaksanakan pada setiap tumpek pengatag ini, nampaknya selalu ada saja gangguan-gangguan kecil.  Misalnya seke gong yang tidak bisa megambel.  Kelian banjar tidak bisa menghadiri odalan karena mendadak ada keperluan lain, bahkan beberapa pengurus banjar ada yang tertimpa musibah setiap odalan.  Maka itu, setelah 6 kali odalan, pengurus banjar berinisiatip untuk introspeksi.  Artinya akan mengkonsultasikan tegak odalan ini kepada Ida Sulinggih/Wiku yang tahu tentang ini.  Akhirnya pengurus banjar menjatuhkan pilihan pada Ida Pedanda dari Gria Takmung Klungkung untuk berkonsultasi. 

Beliau mengatakan, odalan itu artinya otonan atau hari lahir.  Odalan suatu pura sama halnya dengan otonan pada manusia.  Artinya hari lahir suatu pura adalah pada saat karya ngenteg linggih atau mendem pedagingan.  Maka itu tidak mungkin hari lahir ini digeser ke hari yang lain, kecuali lahir kembali atau mekarya ngenteg linggih lagi. 

Beliau menambahkan, kalau toh akan digeser, hanya boleh yang nemu dina.  Misalnya seperti Banjar Batur Sari ini, yang odalan sebenarnya jatuh pada Purnama Kedasa, kalau mau digeser hanya boleh pada purnama yang lain. Misalnya purnama Kasa, Purnama Katiga, Purnama Kapat atau Purnama yang lain.



Setelah berkonsultasi dengan Ida Pedanda, Maka pengurus banjar Batur Sari, memutuskan untuk mengembalikan tegak odalan banjar ini, kembali ke purnama kedasa, sesuai dengan saran Ida Pedanda  ring Gria Takmung, tetapi harus didahului ngaturang Guru Piduka. 

Maka itu mulai tahun 2012 odalan di balai banjar Batur Sari kembali dilaksanakan pada Purnama Kedasa. Sedangkan proses pelaksanaan piodalannya tetap dilaksanakan seperti dahulu, misalnya dipuput oleh Sang Sulingghih atau Sang Dwi jati yang dibantu oleh Pemangku Banjar dan perangkat banjar.  Sedangkan bantennya merupakan urunan dari anggota banjar.  Untuk banten yang tidak bisa dibuat oleh anggota, seperti banten suci atau yang lainnya, biasanya dibelikan pada tukang banten.

Ida Ratu Pedanda Saking Gria Kemenuh
Takmung Klungkung

Senin, 02 Desember 2013

Om Swastiastu, Update 1-12-2013

Berikut adalah laporan pandangan mata untuk update adventour terbaru di bedugul,
sebelumnya kami ingin berduka cita atas hilang nya tas pinggang ( yang berisi kamera, Hp, dompet dan banyak barang penting lainnya) milik sesepuh kami ( bli bawa), dari kejadian ini kita ambil hikmahnya agar tidak terjadi lagi hal seperti itu,

agar tidak panjang dan lantang berikut beberapa dokumentasi kami, berhubung cuaca sangat tidak mendukung kami hanya mendokumentasikan apa adanya.



DI HADANG MEDAN TANJAKAN

TOLONG MENOLONG ITU LAKI!!!

NYALI SIAPA PALING BESAR

DIMANAPUN HARUS EKSIS :D

PENUTUPAN DI TEMANI 
NASI BUNGKUS DAN SEBOTOL RED LABLE


Minggu, 01 Desember 2013

PROPOSAL USULAN TIRTA YATRA

PROPOSAL USULAN TIRTA YATRA

PKK BANJAR BATUR SARI, DESA KESIMAN KERTALANGU

KE PURA GUNUNG SEMERU AGUNG

LUMAJANG JAWA TIMUR

BULAN DESEMBER 2013


-----------------------------------------------------------------------------------------------

Om, Swasti Astu.



I.        Pendahuluan

Banjar Batur Sari adalah merupakan salah satu dari sebelas banjar yang ada di wilayah Desa Kesiman Kertalangu.  Banjar ini resminya disyahkan oleh Bapak Wali Kota Denpasar pada tahun 2000.  Tepatnya disyahkan melalui  Surat Keputusan Wali Kota Denpasar Nomor 366 Tahun 2000 Tentang Penetapan Dusun/Banjar Persiapan Menjadi Dusun/Banjar Definitip. Dengan batas-batas sbb, di sebelah Utara dibatasi oleh  Jalan By Pass Prof. Ida Bagus Mantra. Sebelah Timur dibatasi oleh Pangkung Dusun Kesambi.  Sebelah Selatan di batasi oleh Sungai Ayung.  Di sebelah Barat dibatasi oleh Jalan  By Pass Ngurah Rai.  Sedangkan di tengah-tengah wilayah Banjar Batur Sari di lalui oleh Jalan Sekar Sari yang berkelok-kelok sepanjang kurang lebih 1,6 km. Semenjak diproklamirkan pada tahun 2000 lalu, warga masyarakat Banjar Batur Sari terus bergiat mengadakan pembangunan disegala bidang,  termasuk di bidang kesenian



Disamping pembangunan fisik, bidang non fisik ini juga merupakan prioritas pembangunan yang kami laksanakan. 





Apalagi kami merupakan salah satu banjar dari sebelas banjar yang bernaung di bawah desa Kesiman Kertalangu yang berwawasan budaya.



Budaya yang ada di Bali sangat erat kaitannya dengan agama hindu.  Maka itu langkah awal kami adalah memberikan pemahaman dasar tentang  agama hindu terhadap anggota PKK, kami memilih tirta yatra untuk itu.  Maka itu, setiap tahun kami melakukan tirta yatra keberbagai tempat-tempat suci yang ada di bali. Misalnya, Pura Tirta Empul Tampak Siring, Pura Besakih, Pura Candi Narmada, Pura Dalem Ped, Pura Giri Putri, Pura Puncak Mundi, Pura kerangkeng Wesi, Pura Uluwatu, Pura Pulau Manjangan dll.



Untuk tahun ini, kami ingin memperluas wawasan kami, maka itu kami sangat berkeinginan mengunjungi Pura Semeru Agung yang ada di Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Apalagi sebagaian besar anggota kami belum pernah tangkil ke pura semeru ini.



Maka itu melalui kesempatan ini, kami atas nama anggota PKK  banjar Batur Sari, mohon kepada yang terhormat Bapak Walikota Denpasar,  “Untuk Dapat Memberangkatkan Kami Anggota PKK Banja Batur Sari Ke Pura Semeru Agung ”.


II.     Dasar Pemikiran

1.       Pemikiran Pertama

Kenapa “Anggota PKK”?. Mengingat perempuan merupakan salah satu “soko guru” pada keluarga yang dapat mengajegkan keluarga.  Maka itu baik buruknya suatu keluarga akan sangat tergantung dari peran seorang Ibu.



2.       Pemikiran Kedua

Pendidikan pertama pada keluarga, pasti diberikan oleh perempuan, yang dalam hal ini tentulah sebagai anggota PKK. 



3.       Pemikiran Ketiga

Memberikan wawasan yang lebih luas pada anggota PKK, sehingga anggota PKK kami tidak seperti katak dalam tempurung.



4.    Pemikiran Keempat.

Pura Semeru Agung, merupakan salah satu pura yang sangat popular dikalangan masyarakat bali saat ini, makanya kami sangat berkeinginan untuk mengenal lebih dekat lagi, dengan jalan bertirta yatra kesana.




III.  Tujuan

1.       Membuka wawasan anggota PKK agar lebih luas, dan tidak sempit seperti katak dalam tempurung.



2.       Memberikan pemahaman tentang dasar-dasar agama hindu, dengan jalan Tirta Yatra.



3.       Memperkokoh kesatuan dan persatuan tali persaudaraan, diantara anggota PKK, kususnya anggota PKK Banjar Batur Sari.



4.       Mengenal lebih dekat lagi tentang Pura Semeru Agung, sehingga kami tidak hanya mendengar kepopuleran namanya, tetapi bisa melihat keagungannya.





IV. KEBUTUHAN DANA

Seperti diketahui, pura Semeru Agung  ini merupakan stana Hyang Semeru, yang berada di lerng gunung Semeru. Pura Semeru ini dibangun  oleh  putra-putra  Bali di bawah pimpinan Ida Cokorde Suyasa dari Puri Ubud.  Bahkan seluruh bahan-bahannya semuanya di datangkan dari Bali, termasuk para undaginya.  Maka itu tidak mengherankan, pura Semeru ini berdiri sangat megah di lereng gunung Semeru yang sangat indah itu.



Maka itu kami sangat berkeinginan untuk tangkil. Setelah kami analisa, untuk dapat tangkil ke Pura Semeru Agung kami memerlukan beberapa akomodasi.

Adapun perincian biayanya  seperti terlampir.


V.    Rincian Belanja Kegiatan

Dari perencanaan akan Bertirta Yatra Ke Pura semeru Agung, yang akan dilaksanakan oleh anggota PKK,  banjar Batur Sari, diperkirakan menghabiskan dana yang tidak sedikit, untuk itu kami mengharapkan dana bantuan dari Bapak Walikota Denpasar dan adapun rencana anggaran biaya (RAB) untuk Tirta Yatra ini adalah sebesar Rp. 20.252.000,- dengan rincian anggaran biaya (RAB) adalah sebagaimana proposal terlampir





VI. RENCANA PENGGUNAAN DANA

Sumber dana yang ada hanya berasal dari iuran anggota PKK  banjar Batur Sari, namun dana tersebut sangat kurang, maka dari pada itu kami mohon dana bantuan kepada Bapak Walikota Denpasar.  Dan dana bantuan tersebut, nantinya akan kami pergunakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan rincian rencana anggaran biaya yang tercantum pada proposal yang diajukan dan disetujui agar mendapatkan hasil yang baik sesuai harapan kami bersama, karena untuk kepentingan sekarang dan yang akan datang.





VII.        WAKTU PELAKSANAAN

Pelaksanaan Tirta Yatra PKK banjar Batur Sari ini, rencananya akan dilaksanakan bulan Desember  2013, atau setelah cairnya dana bantuan dari bapak Walikota Denpasar.

VIII.     Penutup

Demikianlah proposal ini kami buat, untuk meminta memberangkatkan kami ke Pura Semeru Agung di Kota Lumajang,  Provinsi Jawa Timur.



Atas bantuan dan perhatiannya di sampaikan salam hormat dan banyak terimakasih.



Om Santi, Santi, Santi, Om